News

Check out market updates

Dibangun 2015, Ini Lokasi Keluar-Masuk Mobil di 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta

Dibangun 2015, Ini Lokasi Keluar-Masuk Mobil di 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta

Jakarta -Proyek 6 ruas tol (layang) di dalam kota Jakarta baru akan dimulai pembangunannya Juli tahun ini. Meski demikian, rancangan tol sudah disiapkan termasuk lokasi keluar dan masuk akses kendaraan di tol ini.

Berdasarkan dokumen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang ‘Pengusahaan Jalan Tol di Indonesia’ dikutip Kamis (8/1/2015). Terdapat 1 lokasi on ramp atau pintu masuk, dan 11 off ramp atau pintu keluar tol layang ini.

Lokasi on ramp antara lain di Semanan, Rawa Buaya,Kemayoran, Cakung,Pramuka, Slipi,Pancoran, Pasar Minggu, selain itu ada lokasi off ramp antara lain Semanan, Rawa Buaya, Grogol, Kemayoran, Slipi, Pramuka,Pancoran, Pulo Gebang, Tanjung Barat

Rencananya sebanyak 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta (69,77 km) akan menghubungkan sejumlah titik di DKI Jakarta, antara lain:

  • Tahap I, Sunter-Semanan sepanjang 20,23 km (Juli 2018) dan Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 km (Januari 2019)
    Tahap II, Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 km (Januari 2021) dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 km (Januari 2021)
    Tahap III Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,7 km (Juli 2022) dan Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,157 km (Juli 2022).

Tol ini akan terkoneksi dengan jalan layang non tol di Casablanca, dengan lebar jalan masing-masing 25,8 meter. Masing-masing ruas akan dilengkapi jalur busway yang akan dilantasi bus umum di kanan dan kiri tol

Tol ini diperkirakan akan memakan biaya investasi Rp 41,17 triliun, mencakup Rp 20,62 triliun dan Rp 5,48 triliun untuk lahan.

Tarif tol ini diperkirakan untuk tahap I (2017) mencapai Rp 31.339 (golongan I), Tahap I dan II (2019) Rp 46.579, dan tahap I, II, III (2020) Rp 50.591 km. Investor proyek ini akan mendapat konsesi selama 45 tahun.

Enam ruas tol ini rencananya akan dimulai dibangun Juli 2015, dan total keseluruhan selesai pada 2022, yang dikembangkan oleh PT Jakarta Tollroad Development (JTD).